Tanda Tanda Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker nomor 1 di dunia yang banyak merenggut nyawa wanita. Kanker payudara adalah penyakit kanker yang paling menakutkan karena dari banyaknya kasus wanita yang menderita kanker payudara tidak dapat disembuhkan meski telah melakukan serangkaian pengobatan mulai dari operasi hingga kemoterapi.

Kanker payudara adalah kelompok sel kanker yang mnyebar ke bagian jaringan di sekitar payudara dan sel kanker tumbuh dalam jumlah lebih dari satu buah. Kanker payudara ditandai oleh adanya benjolan di salah satu bagian payudara tempat tumbuhnya sel kanker. Kanker payudara dapat terjadi pada wanita manapun.

Sel kanker yang awalnya hanya tumbuh satu umumya mungkin tidak dirasakan oleh penderita kanker payudara. Namun, jika benjolan kanker payduara tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain dan nantinya dapat mengakibatkan kematian. Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat.

Selain itu sel-sel kanker bisa menyebar hingga ke bagian tulang, paru-paru, hati, kulit dan bawah kulit. Akibat kanker payudara, penderita bisa merasakan nyeri, fungsi dari organ-organ yang terserang menurun hingga bisa menyebabkan kematian.

Selain benjolan pada payudara, kaum perempuan mesti cepat-cepat memeriksakan dirinya, jika :

1. Terdapat kemerahan atau luka yang terus-menerus di sekitar payudara
2. Puting sus berdarah atau mengeluarkan cairan yang tidak wajar
3. Kulit payudara berubah menjadi bengkak dan berkerut
4. Puting susu tertarik ke arah dalam

Tanda-tanda dini dari kanker payudara adalah teraba adanya benjolan tidak sakit tunggal pada payudara dengan konsistensi yang keras dan padat. Benjolan tersebut berbatas tegas dengan ukuran kurang dari 5 cm. Biasanya dalam stadium dini ini, belum ada penyebaran sel-sel kanker di luar payudara.

Tanda dan gejala yang tampak pada penderita kanker payudara adalah sebagai berikut :

1. Adanya benjolan pada payudara yang tidak dapat digerakkan dari dasar/jaringan sekitar, pada awalnya tidak terasa sakit atau nyeri sehingga kurang mendapat perhatian dari penderita

2. Adanya rasa nyeri atau sakit pada payudara

3. Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin besar

4. Payudara mengalami perubahan bentuk dan ukuran karena mulai timbul pembengkakan

5. Mulai timbul luka pada payudara dan lama tidak sembuh meskipun sudah diobati, serta puting susu seperti koreng atau eksim dan tertarik ke dalam

6. Kulit payudara menjadi berkerut seperti kulit jeruk

7. Terkadang keluar cairan, darah merah kehitam-hitaman atau nanah dari puting susu atau keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil atau tidak sedang menyusui

8. Benjolan menyerupai bunga kubis dan mudah berdarah

9. Metastase (menyebar) ke kelenjar getah being sekitar dan alat tubuh lain

10. Keadaan umum penderita buruk

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Tanda Kanker Payudara Pada Wanita

Payudara merupakan bagian tubuh wanita yang memiliki daya tarik tersendiri dan fungsinya sebagai pemberi ASI untuk bayi yang menyusui. Namun di balik keindahan payudara terselip risiko pada kanker payudara. Kanker payudara yang diderita wanita merupakan salah satu jenis kanker yang paling ditakuti oleh jutaan wnaita di dunia.

Tak sedikit orang yang meninggal dunia akibat kanker payudara yang merenggut jiwa. Wanita yang menderita kanker payudara hanya 5-10% yang sembuh karena gejala atau penyebab dari kanker payudara itu sendiri sudah diketahui sejak dini. Sehingga pengobatan masih dapat dilakukan secara dini, kanker payudara yang diketahui sejak dini maka pengobatan dapat dilakukan dengan baik dan intensif.

Tanda-tanda kanker payudara yang paling menonjol adalah keluarnya cairan dari puting susu, mengkerutnya kulit di sekitar payudara, bentuk puting susu yang masuk ke dalam, terdapat luka atau infeksi di sekitar kulit payudara, dan jika diraba adanya benjolan di bagian tepi pada salah satu bagian payudara.

Tanda-tanda kanker payudara sebenarnya dapat disadari sejak dini dengan sering melakukan pemeriksaan terhadap tumor atau kanker payudara dapat dilakukan sendiri dengan program SADARI (periksa payudara sendiri) sebagai berikut :

1. Pemeriksaan akan lebh mudah jika tangan yang digunakan basah atau bersabun

2. Di depan cermin, perhatikan payudara dengan teliti. Dalam pemeriksaan ini dianjurkan tidak mengenakan busana atau pakain dengan posisi kedua lengan lurus ke bawah

3. Perhatikan ada atau tidaknya benjolan atau perubahan bentuk pada payudara

4. Amati dengan teliti seluruh bagian payudara

5. Angkat kedua lengan lurus ke atas dan ulangi pemeriksaan seperti di atas

6. Dengan kedua siku mengarah ke samping, tekanlah telapak tangan yang satu kuat-kuat pada yang lain. Cara ini akan menegangkan otot dada dan perubahan eperti cekungan atau benjolan akan tampak.

7. Pijat atau tekan pelan-pelan daerah di sekitar kedu aputing dan perhatikan keluar cairan yang tidak normal atau tidak

8. Berbaringlah dengan tangan kanan di bawah kepala

9. Letakkan bantal kecil di bawah punggung kanan

10. Rabalah seluruh permukaan payudara kanan menggunakan tangan kiri dengan gerakan memutar dan perhatikan jika ada benjolan yang mencurigkan.

Cara meraba adalah dnegan tiga ujung jari tengah tangan kiri yang dirapatkan. Lakukan gerakan emmutar dnegan tekanan lenbut tetapi mantap, dimulai dari pinggir dengan mengikuti arah jarum jam.

11. Letakkan bantal kecil di punggung kiri tetapi dengan tangan kiri di bawh kepala dan tangan kanan meraba payudara kiri

12. Beri perhatian khusus pada seperempat bagian payudara kanan dan kiri atas, karena di bagian itulah sering ditemukan adanya tumor atau sel kanker payudara

Program SADARI ini sebaiknya dilakukan sebulan sekali sesudah menstruasi secara rutin. Jika ditemukan benjolan atau perubahan payudara dibandingkan sebelumnya segera periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan adanya kanker payudara lebih lanjut adalah menggunakan peralatan modern. Pemeriksaan tersebut berguna untuk mengetahui ada tidaknya kanker payudara secara pasti.

Untuk memastikan ada tidaknya tanda-tanda dari kanker payudara dapat dilakukan dengan cara mammografi, sinar X, USG, CT Scan dan biopsi.

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Tanda Tanda Kanker Payudara Stadium Awal

Kanker payudara pada stadium awal uumnya tidak menimbulkan keluhan atau gejala rasa sakit. Salah satu tanda yang dapat diamati pada stadium awal adalah adanya benjolan kecil di payudara. Sementara, beberapa keluhan yang dirasakan oleh penderita pada stadium lanjut sebagai berikut :

1. Jika diraba dengan tangan, terasa ada benjolan di payudara
2. Jika diamati bentuk dan ukuran payudara berbeda dengan sebelumnya
3. Ada luka dan eksim di payudara dan puting susu yang tidak dapat semubuh meskipun telah diobati
4. Keluar darah atau cairan encer dari puting susu
5. Puting susu masuk memuntir ke dalam payudara
6. Kulit payudara berkerut seperti kulit jeruk

Kanker payudara yang masih dalam stadium awal atau stadium dini umumnya tidka menunjukkan tanda-tanda yang mengejutkan. Sehingga sering kali kanker payudara pada stadium awal sering tidak diperhatikan, pada stadium awal kanker payudara masih dalam bentuk tumor jinak.

Jika kanker payudara yang diderita masih dalam stadium awal atau stadium dini masih dapat disembuhkan dengan cara melakukan suatu pengobatan secara berkala baik dengan mengkonsumsi obat-obatan, melakukan terapi pengobatan kanker payudara atau dengan pengobatan herbal alami.

Selain dengan melakukan serangkaian pengobatan, kanker payudara pada stadium awal juga dapat disembuhkan dengan cara menerapkan pola hidup yang sehat dan seimbang dengan mengatur pola makan dan pola hidup yang baik, seperti :

1. Menghindari makanan yang mangandung kadar lemak tinggi

2. Menjaga kesehatan dan memperbanyak makan-makanan buah dan sayuran segar yang dapat dibuat dalam berbagai sajian makanan maupun jus segar kombinasi

3. Jika wanita memiliki tingkat risiko tinggi pada penggunaan alat KB ada baiknya untuk menghindari penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung tinggi hormon seperti pil KB dan suntik KB

4. Berkonsultasi dengan dokter jika akan mengkonsumsi obat-obatan hormonal

5. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan teratur

6. Gunakan bra yang sesuai dengan ukuran dan bentuk

7. Bila perlu jangan menggunakan bra ketika tidur agar payudara dapat bernafas dengan baik. Beberapa pendapat mengatakan bahwa dengan tidak menggunakan bra pada saat tidur malam dapat mengurangi risiko dari kanker payudara

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , | Leave a comment

Ciri Ciri Penyakit Kanker Payudara

Selama ini yang terjadi pada penderita adalah baru diketahui bahwa dirinya terserang kanker payudara setelah timbul rasa nyeri atau sakit pada payudara atau setelah benjolan tumbuh semakin membesar pada jaringan payudaranya. Penderita yang mengalami kondisi seperti itu sebenarnya sudah terserang kanker payudara stadium lanjut. Keterlambatan tersebut tentu akan mempersulit penyembuhan. Padahal, akan lebih mudah penyembuhannya jika serangan kanker payudara daapat diketahui sejak dini.

Gambar tahapan perubahan bentuk payudara dalam kanker payudara

Penderita yang terkena kanker payudara stadium awal atau dini tidak merasakan adanya nyeri atau sakit pada payudaranya. Namun demikian, jika payudara diraba, ada benjolan yang tumbuh di dalamnya. Besar-kecilnya benjolan yang tumbuh tersebut sangat bervariasi, tergantung seberapa cepat penderita bisa mendeteksinya. Setelah melewati stadium dini atau memasuiki stadium lanjut, gejala serangan kanker payudara semakin banyak seperti berikut ini dan lihat gambar perubahan dari bentuk payudara :

a. Timbul rasa sakit atau nyeri pada payudara

b. Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin membesar

c. Payudara mengalami perubahan bentuk dan ukuran karena mulai timbul pembengkakan

d. Mulai timbul luka pada payudara dan puting susu seperti koreng atau eksim

e. Kulit payudara menjadi berkerut mirip kulit jeruk

f. Terkadang keluar cairan atau darah berwarna merah kehitam-hitaman dari puting susu.

Sampai saat ini, penyebab pasti kanker payudara belum diketahui. Namun, ada berbagai faktor risiko yang berhubungan kanke payudara, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Faktor hormon : yang diduga memegang peranan dalam proses kejadian tumor ini adalah faktor hormon estrogen. Namun, bagiamana mekanisme kejadinnya belum jelas diketahui. Akan tetapi pemberian hormon estrogen dan progesteron pada penggunaan alat kontrasepsi belum terbukti berpengaruh meningkatkan angka kejadian kanker payudara, kecuali pemakaian pil kontrasepsi pada usia muda. Penelitian membuktikan bahwa wanita usia dini (remaja) yang memakai alat kontrasepsi oral (pil) sangat berisiko tinggi terserang  kanker payudara.

2. Pernah menggunakan obat hormonal yang lama, seperti terapi sulih hormon atau hormonal replacement therapy (HRT) dan pengobatan kemandulan.

3. Pemakai kontrasepsi oral pada penderita tumor jinak payudara seperti kelainan fibrokistik.

4. Wanita bekerja pada malam hari. Pusat Penelitian Kanker Fired Hutchison Cancer di Seatle, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa wanita yang bekerja malam hari mempunyai peluang 60% terkena kanker payudara. Cahaya lampu yang kusam pada malam hari dapat menekan produksi melatonin noctural pada otak sehingga hormon estrogen yang diproduksi oleh ovarium meningkat. Padahal diketahui melatonin dapat menekan pertumbuhan sel kanker payudara.

5. Konsumsi makanan berlemak dan berportein tinggi, tetapi rendah serat. Makanan seperti itu mengandung zat karsinogen yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.

6. Pil kontrasepsi digunakan pada usia muda. Penelitian membuktikan bahwa wanita usia dini (remaja) yang memakai alat kontrasepsi oral (pil) sangat tinggi risikonya terserang kanker payudara.

7. Terapi radiasi pada daerah sekitar dada dan payudara pernah dilakukan.

8. Kontaminasi senyawa kimia berlebihan, baik langsung maupun tidak langsung. Wanita yang merokok memiliki risiko paling besar terserang kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.

9. Wanita yang mengalami masa menopause setelah berumur 50 tahun

10. Wanita yang tidak pernah melahirkan anak

11. Wanita yang tidak pernah menyusui

12. Salah satu anggota keluarga yang pernah terkena kanker payudara

13. Wanita yang terlalu cepat mendapat menstruasi pertama, yaitu kurang dari umur 10 tahun.

14. Wanita yang terlau banyak mengkonsumsi alkohol

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu) dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh kaum wanita, meskipun berdasarkan penemuan terakhir kaum pria pun bisa terkena kanker payudara ini, walaupun masih sangat jarang terjadi. Prognosis kanker payudara tergantung pada tingkat pertumbuhannya. Dari hasil pengamatan, umumnya penderita kanker payudara sudah tidak dapat ditolong karena terlambat diketahui dan diobati.


Hasil penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkususmo, Jakarta, yang dilakukan dalam tahun 1988-1991 menunjukkan bahwa 80% penderita kanker payudara datang memeriksakan diri atau berobat ketika penyakitnya sudah pada stadium lanjut.

Epidemiologi kanker payudara

Jumlah penderita kanker payudara di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, baik pada daerah dengan insiden tinggi di negara-negara Barat, maupun pada insiden rendah seperti di banyak daerah di Asia. Satu laporan penelitian pada tahun 1993 memperkirakan bahwa jumlah kasus baru di seluruh dunia pada tahun 1985 mencapai 720.000 orang, terdiri atas : 422.000 di negara maju dan 298.000 di negara berkembang.

Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker kedua paling banyak diderita kaum wanita, setelah kanker mulut rahim. Kanker payudara umumnya menyerang wanita yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Namun demikian, wanita muda bisa terserang kanker ini.

Kanker payudara tidak menyerang kulit payudara yang befungsi sebagai pembungkus. Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali.

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Teknik Pemeriksaan Payudara Sendiri

Kemungkinan timbulnya benjolan pada payudara sebenarnya dapat diketahui secara cepat dengan pemeriksaan sendiri. Isitilah ini disebut dengan SADARI, yaitu pemeriksaan payudara sendiri. Sebaiknya pemeriksaan sendiri ini dilakukan secara berkala, yaitu satu bulan sekali. Ini dimaskudkan agar yang bersangkutan dapat mengantisipasi secara sepat jika ditemukan benjolan pada payudara.

Cara pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri adalah sebagai berikut :

1. Dengan posisi berdiri

a. Pada tahap awal, lepas semua pakaian atas, lalu berdiri di depan cermin dengan posisi kedua tangan lurus ke bawah. Perhatikan seluruh bagian kedua payudara dengan seksama.

b. Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak, baik bentuk maupun ukuran payudara. Hanya wanita bersangkutan yang lebih memahami jika ada perubahan bentuk maupun ukuran pada payudaranya.

c. Angkat kedua tangan ke atas hingga lurus. Perhatikan kembali seluruh bagian payudara. Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak, seperti adanya tarikan di sekitar payudara atau adanya kerutan di kulit payudara.

d. Pada kondisi berdiri sempurna dengan tangan lurus di samping badan, pijat atau tekan secara perlahan-lahan payudara sebelah, sebelah kiri tepat di sekitar puting susu dengan tangan kanan, sedangkan payudara sebelah kanan dengan tangan kiri. Pastikan ada tidaknya cairan (bukan air susu) yang keluar dari puting susu.

2. Dengan Posisi berbaring

a. Letakkan bantal di bawah bahu atau di bawah punggung untuk mempermudah pemeriksaan.

b. Letakkan tangan kanan di bawah kepala dan tangan kiri meraba sambil menekan perlahan-lahan payudara sebelah kanan. Begitu pula sebaliknya, letakkan tangan kiri di bawah kepala dan periksa payudara sebelah kiri dengan tangan kanan.

c. Lakukan perabaan dengan gerakan memutar disertai tekanan secara perlahan-lahan. Gunakan tiga ujung jari telunjuk, jari tengah dan jari manis untuk meraba.

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya benjolan di sekitar payudara, sebaiknya sesegera mungkin dikonsultasikan ke dokter. Hal ini perlu dilakukan karena tidak semua benjolan yang timbul di sekitar payudara adalah kanker. Semakin cepat dikonsultasikan ke dokter semakin cepat pula bisa dipastikan benjolan tersebut kanker atau bukan. Selain itu, semakin cepat pula bisa dilakukan pengobatan.

Selain SADARI, pemeriksaan payudara juga dapat dilakukan dengan cara biopsi, CT Scan, inframerah (infrared), sinar x (mammografi) dan ultrasonografi (USG). Namun, cara ini membutuhkan biaya sehingga bagi wanita yang tidak mampu tentu agak sulit melakukannya. Memang benar, pemeriksaan payudara sendiri merupakan cara yang paling praktis dan murah dalam mendeteksi kemungkinan adanya kanker pada payudara.

 

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kemoterapi Kanker Payudara

Pendekatan terbaru dalam mengobati kanker adalah kemoterapi dosis intense, yang menggunakan obat dalam dosis yang sangat tinggi. Terapi ini digunakan untuk tumor yang mengalami kekambuhan meskipun memberikan respon yang baik pada kemoterapi awal.

Tumor ini telah menunjukkan kepekaan terhadap obat, startegi yang dilakukan adalah meningkatkan dosis obat secara nyata dan membunuh lebih banyak lagi sel-sel kanker, sehingga memperpanjang harapan hidup penderita. Sayangnya, Kemoterapi dosis intense bisa memyebabkan cidera berakibat fatal pada sumsum tulang. Karena itu, terapi ini biasanya digabungkan dengan terapi penyelamatan susmsum. Sumsum tulang akan diangkat sebelum dilakukan kemoterapi. Setelah Pengobatan sumsum tulang dikembalikan kepada penderita.

Meskipun masih dalam penelitian, pengobatan ini pernah dilakukan pada kanker payudara, limfoma, penyakit hodgkin dan mieloma. Pencangkokan sumsum tulang dari dari donor yang memiliki jaringan yang cocok bisa dilakukan setelah kemoterapi dosis intensi pada penderita leukemia akut. Pencangkokan susmsum tulang bisa menimbulkan komplikasi berupa penyakit graft-versus-host, dimana jaringan yang dicangkokkan dihancurkan oleh jaringan penerima (tuan rumah).

Teknik penyinaran baru, seperti penyinaran proton atau neutron, efektik untuk tumor-tumor tertentu. Penawaran yang telah diaktifkan oleh penyinaran dan terapi fotodinamik memberikan hasil yang menjanjikan.

Berikut ini adalah teknik-teknik yang digunakan dalam imunoterapi guna merangsang sistem kekebalan tubuh melawan kanker :

• Pengubah respon biologis
• Terapi sel pembunh
• Terapi antibodi (terapi hemoral)

Terapi Kombinasi

Untuk beberapa kanker, pengobatan terbaik ialah berupa kombinasi dari pembedahan, penyinaran kemoterapi. Pembedahan atau penyinaran mengobati kanker yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi membunuh sel-sel kanker yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun penyinaran. Terkadang penyinaran atau kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan, untuk memperkecil ukuran tumor. Saat penyinaran atau kemoterapi dilakukan setelah pembedahan, fungsinya lebih untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker.

Kemoterapi yang dikombinasikan dengan pembedahan, memberikan kesempatan hidup pada penderita kanker usus besar, payudara atau kandung kemih yang telah menyebar ke kelenjar getah bening ragional. Pembedahan dan kemoterapi kadang dapat menyembuhkan indung telur yang telah menyebar. Sedangkan kombinasi kemoterapi dengan terapi penyinaran telah berhasil mengobati kanker rektum. Sekitar 20-40% kanker kepala dan leher telah disembuhkan oleh kemoterapi yang diikuti dengan terapi penyinaran atau pembedahan.

Pembedahan, terapi penyinaran dan kemoterapi memegang peranan penting dalam mengobati tumor wilms dan rabdomiosarkoma. Tujuan pembedahan pada rabdomiosarkoma (kanker kidney pada masa kanak-kanak) adalah mengangkat kanker utama. Dan menghancurkan sel-sel tumor yang telah menyebar kebagian tubuh lain yang jauh dari ginjal.

Kemoterapi dimulai pada saat pembedahan, sementara terapi penyinaran diberikan setelahnya untuk mengobati daerah setempat dari sisa kanker. Terapi tersebut dapat mengurangi nyeri akibat penekanan atau gejala-gejala yang timbul jika tumor menyusup kedalam jaringan di sekitarnya.

Beberapa tumor yang kebal (misalnya kanker paru-paru non-sel kecil, kanker kerongkongan, kanker pankreas, kanker ginjal) bisa diobati untuk meningkatkan waktu harapan hidup.

3. Terapi Penyinaran

Penyinaran (radiasi) menghancurkan sel-sel yang membelah dengan cepat. Tetapi penyinaran juga bisa merusak jaringan normal, terutama jaringan tempat sel-sel tumor berkembang biak dengan cepat.

Penentuyan target penyinaran secara akurat bisa melindungi sel-sel normal sebanyak mungkin. Sel-sel yang memiliki pasokan oksigen memadai lebih mudah dirusak oleh penyinaran. Jika tumor mengecil, sel-sel yang tersisa akan mendapatkan perbaikan pasokan darah, sehingga lebih peka terhadap dosis penyinaran berikut.

IMUNOTERAPI

Untuk memperbaiki kemampuan sistem kekebalan dalm menemukan dan menghancurkan kanker, para penelitian telah menciptakan pengubah respon biologis (biologic response modifiers).

Bahan tersebut digunakan untuk fungsi-fungsi berikut :

1. Merangsang respon anti-tumor tubuh dengan meningkatkan jumlah sel pembunuh tumor.
2. Pembunuh Tumor
3. Mengurangi mekanisme tubuh yang normal dalam menekan respon kekebalan
4. Membuat sel-sel tumor lebih mungkin dirusak oleh sistem kekebalan.
5. Memperbaiki toleransi tubuh terhadap terapi penyinaran atau bahan-bahan kimia yang digunakan dalAm kemoterapi.

Kemudian dilakukan pemaparan terhadap limfosit engan interleukin-2 (faktor penumbuh sel T), untuk membuat sel-sel pembunuh limfokin aktif, yang akan disuntikkan kembali ke tubuh penderita melalui pembuluh darahnya. Sel-sel ini lebih terlatih daripada sel-sel alami tubuh dalam menemukan dan menghancurkan sel-sel kanker. Sekitar 25-30% penderita melanoma maligna atau kanker ginjal memberikan respon yang baik terhadap terapi sel pembunuh limfokin aktif. Sampai saat ini, pengobatan ini masih dalam penelitian.

Terapi (antibiodi) humoral menambah produksi antibiodi oleh tubuh. Bahan seperti bakteri tuberkulosis yang dilemahkan, yang diketahui bisa menambah respon kekebalan, telah dicoba pada beberapa kanker.

Menyuntikan bakteri tuberkulosis secara langsung ke dalam suatu melanoma hampir selalu menyebabkan susutnya kanker, Kadang efeknya menyebar ke tumor yang telah menjalar ke seluruh tubuh (metastase).

Bakteri tuberkulosis juga telah berhasil digunakan untuk mengendalikan kanker kandung kemih yang belum yang menyebar kedinding kandung kemih. Pendekatan eksperimental lainnya menghubungkan antibodi spesifik tumor dengan obat antikanker. Antibodi yang dibuat di laboratorium dan disuntikkan kepada penderita akan membawa obat menuju sel-sel kanker.

Pilihan lainnya adalah antibodi yang dibuat di laboratorium yang dapat menempel pada sel kanker maupun pada limfosit pembunuh. Antibodi ini akan menyatukan kedua sel tersebut sehingga limfosit pembunuh dapat menghancurkan sel kanker. Penelitian terbaru memberikan harapan, di antaranya menggunakan bagian dari onkogen penting dalam pengaturan dan pertumbuhan sel.

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Ciri Kanker Payu Dara

Tanda-tanda dini dari kanker payudara adalah, teraba adanya benjolan tidak sakit tunggal pada payudara dengan konsistensi yang keras dan padat. Benjolan tersebut berbatas tegas dengan ukuran kurang dari 5 cm. Biasanya dalam stadium dini ini, belum ada penyebaran sel-sel kanker di luar payudara.

Gambar gejala dari kanker payudara

Selain benjolan pada pada payudara, kaum perempuan mesti cepat-cepat memeriksakan dirinya, jika :

- Terdapat kemerahan/luka yang terus menerus di sekitar payudara
- Putting susu berdarah atau mengeluarkan cairan yang tidak wajar
- Kulit payudara berubah menjadi bengkak dan berkerut
- Putting susu tertarik ke arah dalam

Faktor risiko

Sama dengan kanker-kanker yang lain, penyebab kanker payudara pun masih terus menerus diselidiki. Banyak faktor yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya risiko terkena kanker payudara, diantaranya adalah :

1. Tinggi badan melebihi 170 cm

Wanita yang tingginya melebihi 170 cm ternyata memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker usus yang lebih besar. Meskipun belum jelas sepenuhnya mekanismenya, diduga pertumbuhan yang lebih cepat saat usia anak dan remaja membuat adanya perubahan struktur gentik (DNA) pada sel tubuh yang diantaranya dapat berubah ke arah sel yang ganas.

2. Masa reproduksi yang relatif panjang

Masa reproduksi yang ditandai dengan datang bulan atau hamil yang lebih panjang, meningkatkan risiko memperoleh kanker payudara. Masa reproduksi ini relatif memanjang jika :

- Wanita memperoleh haid pertama (menarche) pada usia muda (kurang dari usia 10 tahun). Menarche umumnya diperoleh pada usia 13 tahun.

- Wanita yang terlambat memasuki menopause (lebih dari usia 60 tahun)

3. Sering memperoleh trauma pada payudara, mengalami radiasi sebelumnya pada payudara (pengobatan keloid/jaringan parut).

4. Pernah mendapat obat hormonal yang lama karena mandul, pernah dioperasi payudara atau pada alat reproduksinya.

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Efek Kemoterapi Kanker Payudara

Beberapa orang yang mengidap penyakit kanker payudara banyak melakukan pengobatan dengan jalan kemoterapi yang tentunya pengobatan dengan kemoterapi ini tak selalu menjamin berhasil. Namun dengan upaya melakukan kemoterapi diharapkan dapat mengurangi perkembangan dari kanker payudara.

Berikut beberapa penjelasan pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi :

Kemoterapi bisa dilakukan:
• Rumah sakit
• Klinik swasta
• Tempat praktek dokter
• Ruang Operasi jarang
• Rumah (Oleh perawat penderita sendiri atau anggota keluarga lainnya)

Cara-cara Pemberian Kemoterapi:
• Secara langsung ke dalam pembuluh darah, tempat tumor tumbuh.
• Drip Intervnena (dari sebuahh kantong atau botol cairan intervena, selama beberapa menit sampai beberapa jam
• Intervena ( langsung kedaalm Vena, selama beberapa menit )
• Per-oral (berupa tablet kapsul atu cairan)

1. Frekuensi pemberian Kemoterapi:

• Bervariasi, tergantung dari kankernya:
• Beberapa obat dalam 1 hari
• 1 dosis/hari selama beberapa hari
• Berkesinambung selama beberapa hari
• Dosis 1 kali/minggu
• 1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan

2. Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun

Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. Bisa juga beberapa rangkaian pengobatan diberikan dengan berselang waktu.

Efek Samping:

Hampir setiap penderita yang mendapatkan penyinaran atau kemoterapi mengalami efek samping berupa mual atau muntah dan berkurangnya jumlah sel darah putih. Penderita juga sering mengalami kerontokan rambut

Mengurangi efek samping merupakan aspek penting dari pengobatan:

a. Mual dan Muntah

Mual dan muntah biasanya dapat dicegah atau dikurangi dengan obat (anti-emetik)
Mual bisa dikurangi dengan mengurangi frekuensi camilan dan menghindari makanan tinggi serat penghasil gas.

b. Penurunan jumlah sel darah putih

Penurunan sel darah putih atau beberapa jenis sel lainnya disebut dengan sitopenia. Hal ini bisa terjadi selama pengobatan kanker.

Penderita akan mengalami:

- Anemia (jumlah sel darah merah yang rendah)
- Neuteropenia atau leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah)
- Trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah)

Biasanya siteponia tidak perlu diobati. Tetapi jika penderita mengalami anemia berat, bisa diberikan tranfusi packed red cells. Demikian ini juga bila pederita mengalami trombositpenia berat, bisa diberikan tranfusi trombosit untuk mengurangi terjadinya pendarahan.

Penderita yang mengalami neutropenia (jumlah neutrofil rendah) memiliki resiko tinggi untuk terjadinya infeksi. Karena itu, demam yang melebihi 38 derajat Celsius ditangani sebgai keadaan darurat. Jika terjadi infeksi maka penderita membutuhkan antibiotik atau bahkan perawatan dirumah sakit. Jarang dilakukan tranfusi sel darah putih karena hanya bertahan selama beberapa jam dan menyebabkan berbagai efek sampaing. Namun penderita bisa diberikan bahan tertentu, faktor perangsang granulosit untuk pembetukan sel darah putih.

c. Efek samping lainnya

Terapi penyinaran atau kemoterapi bisa menyebabkan peradangan atau bahkan luka terbuka (borol, ulkus) pada selaput mukosa. Misalnya pada lapisan mulut. Ulkus di mulut terasa sangat sakit dan bisa menimbulkan kesulitan pada waktu makan. Sejumlah obat kumur (biasanya mengandung antasid, antihistamin dan anestesi lokal).

Bisa mengurangi gejala ini. Meskipun jarang terjadi, pemberian makanan harus dilakukan melalui selang yang dimasukkan langsung kedalm lambungatau usus halus atau melalui infus. Sejumlah obat bisa mengurangi diare yang disebabkan oleh terapi penyinaran di perut.

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , | Leave a comment