Kemoterapi Kanker Payudara

Pendekatan terbaru dalam mengobati kanker adalah kemoterapi dosis intense, yang menggunakan obat dalam dosis yang sangat tinggi. Terapi ini digunakan untuk tumor yang mengalami kekambuhan meskipun memberikan respon yang baik pada kemoterapi awal.

Tumor ini telah menunjukkan kepekaan terhadap obat, startegi yang dilakukan adalah meningkatkan dosis obat secara nyata dan membunuh lebih banyak lagi sel-sel kanker, sehingga memperpanjang harapan hidup penderita. Sayangnya, Kemoterapi dosis intense bisa memyebabkan cidera berakibat fatal pada sumsum tulang. Karena itu, terapi ini biasanya digabungkan dengan terapi penyelamatan susmsum. Sumsum tulang akan diangkat sebelum dilakukan kemoterapi. Setelah Pengobatan sumsum tulang dikembalikan kepada penderita.

Meskipun masih dalam penelitian, pengobatan ini pernah dilakukan pada kanker payudara, limfoma, penyakit hodgkin dan mieloma. Pencangkokan sumsum tulang dari dari donor yang memiliki jaringan yang cocok bisa dilakukan setelah kemoterapi dosis intensi pada penderita leukemia akut. Pencangkokan susmsum tulang bisa menimbulkan komplikasi berupa penyakit graft-versus-host, dimana jaringan yang dicangkokkan dihancurkan oleh jaringan penerima (tuan rumah).

Teknik penyinaran baru, seperti penyinaran proton atau neutron, efektik untuk tumor-tumor tertentu. Penawaran yang telah diaktifkan oleh penyinaran dan terapi fotodinamik memberikan hasil yang menjanjikan.

Berikut ini adalah teknik-teknik yang digunakan dalam imunoterapi guna merangsang sistem kekebalan tubuh melawan kanker :

• Pengubah respon biologis
• Terapi sel pembunh
• Terapi antibodi (terapi hemoral)

Terapi Kombinasi

Untuk beberapa kanker, pengobatan terbaik ialah berupa kombinasi dari pembedahan, penyinaran kemoterapi. Pembedahan atau penyinaran mengobati kanker yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi membunuh sel-sel kanker yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun penyinaran. Terkadang penyinaran atau kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan, untuk memperkecil ukuran tumor. Saat penyinaran atau kemoterapi dilakukan setelah pembedahan, fungsinya lebih untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker.

Kemoterapi yang dikombinasikan dengan pembedahan, memberikan kesempatan hidup pada penderita kanker usus besar, payudara atau kandung kemih yang telah menyebar ke kelenjar getah bening ragional. Pembedahan dan kemoterapi kadang dapat menyembuhkan indung telur yang telah menyebar. Sedangkan kombinasi kemoterapi dengan terapi penyinaran telah berhasil mengobati kanker rektum. Sekitar 20-40% kanker kepala dan leher telah disembuhkan oleh kemoterapi yang diikuti dengan terapi penyinaran atau pembedahan.

Pembedahan, terapi penyinaran dan kemoterapi memegang peranan penting dalam mengobati tumor wilms dan rabdomiosarkoma. Tujuan pembedahan pada rabdomiosarkoma (kanker kidney pada masa kanak-kanak) adalah mengangkat kanker utama. Dan menghancurkan sel-sel tumor yang telah menyebar kebagian tubuh lain yang jauh dari ginjal.

Kemoterapi dimulai pada saat pembedahan, sementara terapi penyinaran diberikan setelahnya untuk mengobati daerah setempat dari sisa kanker. Terapi tersebut dapat mengurangi nyeri akibat penekanan atau gejala-gejala yang timbul jika tumor menyusup kedalam jaringan di sekitarnya.

Beberapa tumor yang kebal (misalnya kanker paru-paru non-sel kecil, kanker kerongkongan, kanker pankreas, kanker ginjal) bisa diobati untuk meningkatkan waktu harapan hidup.

3. Terapi Penyinaran

Penyinaran (radiasi) menghancurkan sel-sel yang membelah dengan cepat. Tetapi penyinaran juga bisa merusak jaringan normal, terutama jaringan tempat sel-sel tumor berkembang biak dengan cepat.

Penentuyan target penyinaran secara akurat bisa melindungi sel-sel normal sebanyak mungkin. Sel-sel yang memiliki pasokan oksigen memadai lebih mudah dirusak oleh penyinaran. Jika tumor mengecil, sel-sel yang tersisa akan mendapatkan perbaikan pasokan darah, sehingga lebih peka terhadap dosis penyinaran berikut.

IMUNOTERAPI

Untuk memperbaiki kemampuan sistem kekebalan dalm menemukan dan menghancurkan kanker, para penelitian telah menciptakan pengubah respon biologis (biologic response modifiers).

Bahan tersebut digunakan untuk fungsi-fungsi berikut :

1. Merangsang respon anti-tumor tubuh dengan meningkatkan jumlah sel pembunuh tumor.
2. Pembunuh Tumor
3. Mengurangi mekanisme tubuh yang normal dalam menekan respon kekebalan
4. Membuat sel-sel tumor lebih mungkin dirusak oleh sistem kekebalan.
5. Memperbaiki toleransi tubuh terhadap terapi penyinaran atau bahan-bahan kimia yang digunakan dalAm kemoterapi.

Kemudian dilakukan pemaparan terhadap limfosit engan interleukin-2 (faktor penumbuh sel T), untuk membuat sel-sel pembunuh limfokin aktif, yang akan disuntikkan kembali ke tubuh penderita melalui pembuluh darahnya. Sel-sel ini lebih terlatih daripada sel-sel alami tubuh dalam menemukan dan menghancurkan sel-sel kanker. Sekitar 25-30% penderita melanoma maligna atau kanker ginjal memberikan respon yang baik terhadap terapi sel pembunuh limfokin aktif. Sampai saat ini, pengobatan ini masih dalam penelitian.

Terapi (antibiodi) humoral menambah produksi antibiodi oleh tubuh. Bahan seperti bakteri tuberkulosis yang dilemahkan, yang diketahui bisa menambah respon kekebalan, telah dicoba pada beberapa kanker.

Menyuntikan bakteri tuberkulosis secara langsung ke dalam suatu melanoma hampir selalu menyebabkan susutnya kanker, Kadang efeknya menyebar ke tumor yang telah menjalar ke seluruh tubuh (metastase).

Bakteri tuberkulosis juga telah berhasil digunakan untuk mengendalikan kanker kandung kemih yang belum yang menyebar kedinding kandung kemih. Pendekatan eksperimental lainnya menghubungkan antibodi spesifik tumor dengan obat antikanker. Antibodi yang dibuat di laboratorium dan disuntikkan kepada penderita akan membawa obat menuju sel-sel kanker.

Pilihan lainnya adalah antibodi yang dibuat di laboratorium yang dapat menempel pada sel kanker maupun pada limfosit pembunuh. Antibodi ini akan menyatukan kedua sel tersebut sehingga limfosit pembunuh dapat menghancurkan sel kanker. Penelitian terbaru memberikan harapan, di antaranya menggunakan bagian dari onkogen penting dalam pengaturan dan pertumbuhan sel.

Cara Pemesanan Kapsul Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme)

Jual Kapsul Keladi Tikus Obat Herbal Tradisional Untuk Pengobatan Kanker, Tumor & Kista

Harga Keladi Tikus

Harga Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Kanker Payudara Herbal

Harga Kapsul Keladi Tikus 1 Botol isi 60 kapsul = Rp.115.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Harga Paket Hemat Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Kanker Payudara Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Kapsul Keladi Tikus:

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Keladi Tikus, Jumlah Botol yang dipesan atau beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Tanda Tanda Kanker Payudara and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.