Efek Kemoterapi Kanker Payudara

Beberapa orang yang mengidap penyakit kanker payudara banyak melakukan pengobatan dengan jalan kemoterapi yang tentunya pengobatan dengan kemoterapi ini tak selalu menjamin berhasil. Namun dengan upaya melakukan kemoterapi diharapkan dapat mengurangi perkembangan dari kanker payudara.

Berikut beberapa penjelasan pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi :

Kemoterapi bisa dilakukan:
• Rumah sakit
• Klinik swasta
• Tempat praktek dokter
• Ruang Operasi jarang
• Rumah (Oleh perawat penderita sendiri atau anggota keluarga lainnya)

Cara-cara Pemberian Kemoterapi:
• Secara langsung ke dalam pembuluh darah, tempat tumor tumbuh.
• Drip Intervnena (dari sebuahh kantong atau botol cairan intervena, selama beberapa menit sampai beberapa jam
• Intervena ( langsung kedaalm Vena, selama beberapa menit )
• Per-oral (berupa tablet kapsul atu cairan)

1. Frekuensi pemberian Kemoterapi:

• Bervariasi, tergantung dari kankernya:
• Beberapa obat dalam 1 hari
• 1 dosis/hari selama beberapa hari
• Berkesinambung selama beberapa hari
• Dosis 1 kali/minggu
• 1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan

2. Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun

Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali. Bisa juga beberapa rangkaian pengobatan diberikan dengan berselang waktu.

Efek Samping:

Hampir setiap penderita yang mendapatkan penyinaran atau kemoterapi mengalami efek samping berupa mual atau muntah dan berkurangnya jumlah sel darah putih. Penderita juga sering mengalami kerontokan rambut

Mengurangi efek samping merupakan aspek penting dari pengobatan:

a. Mual dan Muntah

Mual dan muntah biasanya dapat dicegah atau dikurangi dengan obat (anti-emetik)
Mual bisa dikurangi dengan mengurangi frekuensi camilan dan menghindari makanan tinggi serat penghasil gas.

b. Penurunan jumlah sel darah putih

Penurunan sel darah putih atau beberapa jenis sel lainnya disebut dengan sitopenia. Hal ini bisa terjadi selama pengobatan kanker.

Penderita akan mengalami:

– Anemia (jumlah sel darah merah yang rendah)
– Neuteropenia atau leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah)
– Trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah)

Biasanya siteponia tidak perlu diobati. Tetapi jika penderita mengalami anemia berat, bisa diberikan tranfusi packed red cells. Demikian ini juga bila pederita mengalami trombositpenia berat, bisa diberikan tranfusi trombosit untuk mengurangi terjadinya pendarahan.

Penderita yang mengalami neutropenia (jumlah neutrofil rendah) memiliki resiko tinggi untuk terjadinya infeksi. Karena itu, demam yang melebihi 38 derajat Celsius ditangani sebgai keadaan darurat. Jika terjadi infeksi maka penderita membutuhkan antibiotik atau bahkan perawatan dirumah sakit. Jarang dilakukan tranfusi sel darah putih karena hanya bertahan selama beberapa jam dan menyebabkan berbagai efek sampaing. Namun penderita bisa diberikan bahan tertentu, faktor perangsang granulosit untuk pembetukan sel darah putih.

c. Efek samping lainnya

Terapi penyinaran atau kemoterapi bisa menyebabkan peradangan atau bahkan luka terbuka (borol, ulkus) pada selaput mukosa. Misalnya pada lapisan mulut. Ulkus di mulut terasa sangat sakit dan bisa menimbulkan kesulitan pada waktu makan. Sejumlah obat kumur (biasanya mengandung antasid, antihistamin dan anestesi lokal).

Bisa mengurangi gejala ini. Meskipun jarang terjadi, pemberian makanan harus dilakukan melalui selang yang dimasukkan langsung kedalm lambungatau usus halus atau melalui infus. Sejumlah obat bisa mengurangi diare yang disebabkan oleh terapi penyinaran di perut.

Posted in Tanda Tanda Kanker Payudara | Tagged , , , , , , | Comments Off on Efek Kemoterapi Kanker Payudara